(فصل) وفروض الوضوء ستة أشياء: النية عند غسل الوجه، وغسل الوجه، وغسل اليدين إلى المرفقين، ومسح بعض الرأس، وغسل الرجلين إلى الكعبين، والترتيب على ما ذكرناه.
Fardhu-fardhu Wudhu:
1. Niat saat membasuh wajah.Niat dilakukan berbarengan dengan basuhan wajah yang pertama(fardunya). Adapun niatnya sebagai berikut:
نَوَيْتُ الوُضُوءَ لِرَفْعِ الحَدَثِ الأَصْغَرِ فَرْضًا لِلَّهِ تَعَالَى
nawaitul-wudhuua lirof’il-hadatsil-ashghori fardhol-lillahi ta’ala
“aku berniat wudhu untuk menghilangkan hadas kecil, fardu karena Allah ta’ala.”
2. Membasuh wajah.
Dengan mengalirkan air, wilayah kefarduan ini dimulai dari tempat tumbuhnya rambut hingga ujung dagu sedang lebarnya antara kedua telinga dan seluruh bagian yang berada di dalamnya mesti terkena air.
3. Membasuh kedua tangan sampai siku-siku.
Menyamaratakan basuhan air mulai dari telapak tangan sampai siku-siku.
4. Mengusap sebagian kepala.
Dalam mazhab Syafi’i minimal mengenai 3 helai rambut.
5. Membasuh kaki sampai mata kaki.
Menyamaratakan basuhan air mulai dari jari-jari kaki sampai mata kaki. Adapun lebihnya adalah sunnah.
6. Tertib.
Berurutan dimulai dengan niat saat membasuh wajah diakhiri dengan membasuh kaki.
Perlu diketahui bahwa fardhu/rukun wudhu adalah perkara yang wajib dikerjakan. Apabila tidak mengerjakan salah satu dari 6 rukun diatas maka wudhu dianggap tidak sah. Wallahu a'lam
Referensi:
Matan al-Ghayah wat Taqrib, hal. 6, cetakan ke-2 (2020) Maktabah Al-Barokah, Temboro, Karas, Magetan, Jawa Timur, Indonesia.

Dalam kitab al-Ghayah wa at-Taqrib (kitab ringkas dan dasar dalam Mazhab Syafi’i) karya al-Qadhi Ahmad ibn al-Husain ibn Ahmad al-Ashfahani asy-Syafi’i (w.593H) juga dikenal dengan sebutan Abu Syuja’ رحمة الله عليه. Beliau menyebutkan fardhu wudhu ada 6 dalam ibarot:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar